Aku yang dulu, usia masih 17 bukan aku yang sekarang yang sudah kepala 2
Aku masih ingat dulu, yang selalu bisa percaya kekuatan batin, doa
Alhamdulillah sejak SMP hingga MA selalu berada di sekolah agama
Sehingga tahu banyak dan merasa cukup untuk mengenal dan dekat dengan Tuhan
Ketika ada suatu masalah, cukup lari pada Tuhan
Mungkin salahku dulu tidak tahu apa potensiku yang sebenarnya
Iya sih, salahku yang seperti tidak punya jatidiri
Sehingga ketika lulus manut aja mau kemana yang dikira bagus
Karena kalo boleh jujur tidak ada mata pelajaran yang menonjol untukku
Sehingga aku pilih aja PTIK di Teknik
Yah.. PTIK,, Teknik
Didalamnya aku belajar untuk memprogram komputer
Dan komputer itu memang disetting untuk tidak mempunyai perasaan, hanya punya logika
Disini aku mengenal 0 dan 1
Dan inilah awal kehancuran yang sebenarnya hampir tidak aku sadari
Semua hal yang ada disini mengubah semua image-ku, semua prinsipku
Mau bagaimana lagi, ketika ternyata soal dan pekerjaan yang ada didepanku tidak akan cukup hanya dengan doa saja
Semua harus diisi dan pakai logika
Kadang saking pusingnya aku sendiri bingung mau minta tolong siapa
Aku harus minta bantuan pada sesama manusia
Disini awal fase aku mulai melupakan Allah
Allah yang selalu ada dihatiku, bahkan aku sampai menangis meminta pada Allah agar aku bisa berada disini tanpa tes
Pada fase itulah aku mulai melupakan-Nya
Bahkan sampai terbesit bahwa Allah itu tidak ada.. Astaghfirullah..
Bayangkan bagaimana mau ada, ketika aku berdoa sampai menangispun kursornya tidak akan bergerak dengan sendirinya
Ketika projek tidak bisa aku kerjakan, aku sampai kebingungan minta tolong pada siapa
Aku hampir-hampir tidak lagi percaya
Aku hampir menjadi atheis.. ATHEIS!!!
Beruntungnya hatiku masih mengetuk otakku, mengetuk logikaki
Aku sadar ketika ada perasaan manis yang hilang dihatiku
Aku sadar ketika aku sudah tidak lagi mengingat-Nya dihatiku
Ya Allah masih pantaskah aku mendapat maaf-Mu?
Masih pantaskah aku menjadi hama-Mu?
Aku hanya bisa meminta ampunan darimu,
dan meminta kembali barokah yang sempat hilang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar