Maka dari itu aku sadar 1000% kalo teman amatlah berharga, kok bisa?
Iya berharga banget buat aku, makanya aku rela lakuin apa aja yang bisa buat mereka bahagia walaupun dengan mengurangi rasa bahagia yang seharusnya aku dapatkan. Buat aku tidak apa-apa karena kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika melihat orang lain bahagia karena kita, buatku itu.
Ada pepatah jawa mengatakan "Nulung kepentung" yang artinya menolong lalu kemudian kena apesnya juga, (nulung=menolong; kepentung=terpukul). Ini menandakan atau menceritakan seseorang yang menolong lalu kemudian kena imbasnya juga ato ya sama-sama menderita lah karena menolong orang lain. Kalo yang ini sih aku pikir sudah resiko ya, anggap saja sedang ada maling yang dipukuli ato dipentungi, nah kemudian ada orang nolong tuh, eh malah dipentungi sekalian alias ya kepentung sendiri.
Hampir sama juga pepatah jawa mengatakan "Nulung mentung" yang artiya menolong sambil mukulin (mentung=memukul). Kalo yang ini biasa keliatan kalo orang penjilat ato penghianat yang ada maunya, biasanya pura-pura membantu eh malah membuat jadi tambah rugi. Tipe kayak gini ya ada juga lah dan ya kalo istilah remaja sih "nusukk dari belakang" sakit bo' rasanya, nusuknya aja pake dobel "K".. sakkit lah rasanya.
Dan yang terakhir nih "Nulung dipentung" yang artinya sudah menolong dipukul pula (dipentung=dipukul). Sebagai seorang manusia yang punya hati, akal pikiran, perasaan, gimana coba rasanya ketika sudah menolong malah dipukul? apalagi ketika menolong jelas mengurangi "porsi" kebahagiaan kita. Iya sih kita mau nolong tapi ya dipikir juga lah masa udah rela-rela nolong, dipentungi pula. Hancur hatiku.. itu pasti yang dirasakan.
Memang sih pada dasarnya kalo nolong orang itu ada hal yang dikurangi dari kebahagiaan kita, tapi kalo berhasil kan bahagianya luar biasa. Cuma dengan pepatah yang jumlahnya tiga buah itu bikin kita jadi mikir berjuta-juta kali buat nolong orang. Kok bisa? laik jelas bisa tho.. sekarang siapa yang mau menolong lalu kemudian menjadi rugi sendiri dan malah berubah posisi menjadi orang yang butuh pertolongan? ada yang kayak gitu???
Manusia juga karakternya berbeda, ada yang sudah tahu, ada yang tahu diri, ada yang nggak tahu diri, dan juga yang paling ngetren saat ini tipe cukup tahu, hehehe. Dan orang yang butuh pertolongan juga bukan cuma tipe yang tahu diri, ada juga yang tipe sudah tahu, nggak tahu diri, bahkan nggak sedikit tipe cukup tahu yang juga butuh pertolongan. Masa iya kita mau milih-milih waktu mau nolong? dan emang kita tahu tipe orang itu sebelum berhasil kita tolong?? hellow.. gimana yak? susah lah pastinya. Nah aku yakin yang baca tulisan ini ama sekaligus yang nulis (hehehe) pasti tipe yang tahu diri dan tipe yang sudah tahu,jadi ya jangan sampe deh menjadi tipe yang ketiga apalagi yang keempat. Dan seenggaknya aku juga tidak akan memaksa ato menjudge sesuatu, kalo pada akhirnya manusia menjadi wegah nulung..
Sepertinya lebih dekat ke era liberalis, yaudah gapapa, daripada kepentung, mentung dan dipentung..prinsip baru,.. wegah nulung!!!
Sekaran, 22 Febuari 2014
Yahyati Aulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar