Sedikit terhenyak ketika membaca tulisan dari gambar yang pertama, kalimat pertama yang berbunyi "Bila tidak dipaksa maka anak tidak akan belajar. Jangan permisif! Lebih baik seribu anak stres daripada sejuta anak bodoh." Terlepas dari siapapun yang mengatakannya, yang dalam hal ini adalah saya pandang masih sebagai pejabat negara yang berwenang, rasanya sedikit tertusuk saja membaca kalimat itu. Teringat saja masa lalu ketika gelar "maha" belum saya dapatkan alias hanya sebagai "siswa", perlu dicatat saya tidak membantah kalimat itu, tenang saja.. dalam hati saya mengamini (masih suasana pemilu-red).
Lalu kalimat yang kedua, yang disebelahnya gambar Ki Hadjar Dewantara berbunyi "Anak hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. Pendidikan hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu." Siapa sih yang tidak adem membaca kalimat ini? membayangkan ketika anak Indonesia dengan riang gembira datang ke sekolah, meluangkan waktunya untuk membaca buku, rindu bahkan "mewek-mewek" ketika ada libur panjang karena tidak bisa belajar dan bertemu gurunya.. ah senangnya..
Oke kita kembali ke awal. Saya selalu berharap seandainya yang berbicara pada kalimat kedua yaitu Ki Hadjar Dewantara masih ada, saya ingin mendatangi beliau, berguru langsung dan bertanya "Bagaimana caranya membuat anak menjadi seperti itu pak guru? tolong ajari saya caranya karena saya (Insya Allah) calon guru." Sebagai calon guru saya sungguh ingin sekali bisa membuat anak belajar tanpa paksaan, sungguh! tapi lihatlah sikon.. iya sekarang memang ketika saya belajar tentang mata kuliah umum kependidikan, disana oleh dosen selalu diajarkan jangan sampai siswa merasa tertekan dalam belajar. Iya pak dosen saya juga ingin melakukannya, tapi kalau boleh saya jujur sampai sekarang saya masih bingung caranya... :'( sekarang saya membayangkan rasanya diajar tanpa ada rasa ketakutan dan tertekan juga terpaksa, (sepertinya) saya belum pernah merasakannya. Bahkan dari TK nol kecil (karena jaman saya nggak ada PAUD), pasti selalu diajarkan.. ayo cepat masuk, duduk, tenang dulu, yang rapi pulang gasik..dan perintah lainnya. Kalo bukan paksaan apa ya namanya? ketika ingin bereksplorasi lalu disuruh duduk rapi tangan sedeku. Itu sampai SMA bro.. ketika ada guru lari ketakutan duduk rapi, ketika nggak ada bahkan PELAJARAN KOSONG.. teriak-teriak kegirangan seolah belenggu itu lepasss dari tangan kita. Ingatkah hal itu??
Apa jangan-jangan mental siswa Indonesia sudah seperti itu ya? harus dipaksa bahkan dipecut supaya manut lan nurut dawuhipun pak guru, lalu bisa belajar dan menyerap semua ilmu??
Taruhlah yaa,. di TK atau PAUD sudah membuat anak bahagia dalam belajar, bebas bermain dan berkembang, apakah di SD, SMP, SMA juga sudah menerapkan hal itu?? apakah pendidik juga sudah membuat anak nyaman belajar?
Ah sudahlah, semoga Allah menurunkan hidayah dan pencerahan buat kita, guru teladan di masa depan sehingga bisa mendidik generasi berprestasi untuk Indonesia kitaa.. bukan cuma milik kamu atau mbahmu
ps: baru kali ini saya nulis tanpa hasil, hasilnya menyusul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar