Minggu, 27 Oktober 2013

Ibu Hamil

Jakarta, Kehamilan adalah masa-masa yang menyenangkan bagi seorang wanita, tetapi ada pula hal-hal yang kurang menyenangkan seperti infeksi kandung kemih, gatal-gatal pada vagina hingga wasir. Risiko terhadap kondisi tersebut dapat meningkat ketika Anda hamil.

Berikut adalah 5 kondisi yang tidak menyenangkan selama kehamilan, seperti dilansir Fit Pregnancy, Selasa (26/2/2013) yakni:

1. Infeksi kandung kemihDasar panggul terdiri dari otot-otot yang ketat, tetapi selama kehamilan, hormon relaksin akan meningkat dan sedikit mengendurkan otot-otot tersebut untuk mempermudah kelahiran bayi.

Akibatnya, dasar panggul menjadi kurang kencang dan Anda akan lebih mudah mengalami kebocoran urin (inkontinensia) atau lebih memungkinkan invasi dari bakteri penyebab infeksi kandung kemih. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik yang aman untuk mengobati infeksi yang aman bagi kehamilan.

2. Bacterial vaginosisJika vagina mengeluarkan bau seperti amonia dan mengeluarkan cairan seperti susu, hal ini mungkin disebabkan oleh bacterial vaginosis. Infeksi ini terjadi karena pertumbuhan flora yang berlebihan dalam vagina Anda.

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa bacterial vaginosis terkait dengan kelahiran prematur, sehingga penting bagi Anda untuk melakukan perawatan terhadap infeksi tersebut. Jika bacterial vaginosis terjadi selama trimester pertama, Anda dapat menggunakan pengobatan topikal.

Dokter biasanya akan menunggu sampai trimester kedua untuk memberikan resep obat oral. Para ahli merekomendasikan untuk mengambil kapsul probiotik dua kali sehari bagi wanita hamil dengan atau tanpa bacterial vaginosis.

3. Infeksi ragiKarena vagina merupakan lingkungan yang sifatnya asam, dapat menjadi tempat berkembangbiak yang baik bagi ragi/jamur. Selain itu, perubahan keseimbangan pH dapat mengurangi populasi bakteri baik di vagina. Seiring dengan meningkatnya jumlah gula dalam cairan vagina yang terjadi selama kehamilan, maka akan lebih tinggi risiko infeksi ragi pada wanita hamil.

Infeksi ragi ditandai dengan warna kemerahan pada vagina, gatal-gatal, dan mengeluarkan cairah vagina dengan debit tinggi. Kondisi ini tidak dianggap sebagai ancaman kesehatan yang serius bagi kehamilan dan janin, tetapi dapat menimbulkan kertidaknyamanan. Anda dapat mengatasinya dengan obat anti-jamur atau kapsul probiotik atas saran dokter.

4. Buang-buang gasSelama kehamilan, tingkat fluktuasi hormon serotonin yang juga ditemukan dalam usus akan meningkat dan dapat menyebabkan usus lebih banyak bergerak dengan cara yang mengusir gas tidak diperlukan. Untuk mengurangi frekuensi buang gas, jangan makan sambil berbicara karena Anda dapat menelan lebih banyak udara dan jangan makan permen karet. 

Hindari makanan yang dapat meningkatkan gas dalam perut, seperti kubis, produk dudu, dan minuman bersoda. Anda juga dapat mengambil probiotik atau obat anti-gas, seperti simetikon yang biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri gas.

5. WasirWasir terjadi ketika pembuluh darah di dekat anus membengkak karena efek hormon kehamilan pada dinding pembuluh darah. Hal ini juga dapat disebabkan karena tekanan pada dasar panggul yang tinggi dari rahim.

Ketika wasir telah berkembang dan menyebabkan kesulitan buang air besar, hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah menggelembungkan dan membuat anus tertutup. Vena wasir yang bengkak ini akan mudah berdarah dan menyebabkan rasa sakit, ketika Anda buang air besar dengan tinja yang keras atau sembelit.

Minumlah lebih banyak cairan dan memperbanyak konsumsi makanan berserat atau mengambil suplemen magnesium atas resep dokter dua kali sehari. Untuk meringankan rasa sakit karena wasir, cobalah berendam dalam air hangat yang telah ditaburi garam. 
Jakarta, Banyak perempuan yang jadi makan berlebih selama hamil, padahal kondisi ini dapat memicu obesitas yang justru membahayakan dirinya dan juga janin di dalam kandungan. Berikut ini cara mencegah berat badan berlebih selama hamil.

Sebelum dan selama kehamilan, perempuan harus menjaga berat badannya agar tidak berlebih dan menjadi obesitas. Ibu hamil yang mengalami obesitas berisiko lebih besar mengalami komplikasi saat proses persalinan.

Serta obesitas ini cenderung membuat anak yang dikandung lahir dengan berat badan berlebih dan lebih banyak lemak yang nantinya meningkatkan risiko obesitas serta penyakit kronis di kemudian hari.

Beberapa faktor turut mempengaruhi timbulnya obesitas selama kehamilan, salah satunya faktor prenatal yang meliputi pola makan ibu, kenaikan berat badan dan gangguan metabolik selama hamil, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (26/2/2013).

Setelah melahirkan, pola makan, aktivitas dan gaya hidup keluarga juga turut menentukan risiko kesehatan jangka panjang. Untuk itu pemikiran makan untuk berdua (eat for two) baik saat hamil atau menyusui tidak disarankan, karena cenderung memicu makan berlebihan.

Untuk itu data seorang perempuan harus dilengkapi dengan ukuran komposisi tubuh, metabolisme dan kondisi endokrin atau hormon di dalam tubuh, sehingga bisa memberikan saran gizi yang lebih ditargetkan, terutama pada perempuan yang sudah obesitas sebelum hamil.

Hal ini sangat penting dalam mencegah berkembangnya massa lemak berlebih bagi ibu itu sendiri dan kesehatan bayi di masa depan. Kesimpulan ini didapatkan dari hasil lokakarya yang diselenggarakan oleh International Life Sciences Institute (ILSI) Europe.

Pada kenyataannya, seseorang hanya membutuhkan tambahan sekitar 300 kalori per hari agar bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi yang belum lahir. Ibu hamil perlu memilih makanan yang cermat agar asupan kalori ini tidak berlebihan.

Jika ingin mencegah obesitas, sebagian besar pola makan ibu hamil sebaiknya mengandung makanan padat gizi seperti daging tanpa lemak, ikan, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, telur dan biji-bijian. Serta makannya dalam porsi kecil namun frekuensinya sering.

Namun umumnya ibu hamil sulit berhenti mengunyah, untuk cemilannya bisa mengonsumsi makanan sehat seperti yoghurt dengan buah segar, kacang dengan kismis, buah segar, baby wortel, keju dan cracker gandum, serta telur rebus.

Ibu hamil bisa membawa makanan ringan sehat ini ketika bepergian keluar rumah, sehingga tidak tergoda membeli makanan yang dijual di pinggir jalan atau fast food.

sumber: wolipop.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar