Dulu, tak pernah masalah jika hujan turun, dimataku yang turun hanya air. Tak pernah diputus saathujan, tak pernah ditembak saat hujan, yah.. Itu dulu..
Adalah kamu yang membuat setiap hujan yang turun adalah kenangan.
Iya saat itu..
Saat kamu bersama anak-anak di bumi perkemahan, aku di rumah dan hujan begitu deras, bagaimana kabar anak-anak? Dan kamu menjawab, "tenang anak-anak sudah kuungsikan ke masjid, hanya aku tak membawa mantel.."
Haha wanita mana yang tak khawatir?
Iya saat itu..
Saat kamu bersama anak-anak di bumi perkemahan, aku di rumah dan hujan begitu deras, bagaimana kabar anak-anak? Dan kamu menjawab, "tenang anak-anak sudah kuungsikan ke masjid, hanya aku tak membawa mantel.."
Haha wanita mana yang tak khawatir?
Lalu besoknya saat aku sudah di rumah dan hujanterus saja turun, kamu mengabarkan kalau kamu sudah sampai rumah, apakah kamu lagi-lagi hujan-hujanan? "iya.. Hujan kan rahmat, maka aku harus menikmati rahmat itu, kenapa harus ditutupi dengan mantel?"
Ah.. Saat itu aku tercengang, dan segala mindset tentang hujanku berubah, tak lagi mengumpat saat hujan turun, hebatnya kamu..
Ah.. Saat itu aku tercengang, dan segala mindset tentang hujanku berubah, tak lagi mengumpat saat hujan turun, hebatnya kamu..
Dan disaat malam saat projek kita bersama kawan lain, aku pulang duluan karena sudah terlalu malam dan kamu disana menyelesaikan projek yang belum kelar, aku menyapamu sesampaiku di rumah, hey.. Jangan lupa makan malam, kamu menjawab "iya tapi disini gerimis, dingin sekali," || "lah pake jaket tadi kuliat kamu pake jaket hitam" || "iya basah kenahujan di jalan, hahaha"||
Dan.. Lagi-lagi hujan yang berbekas di hatiku..
Dan.. Lagi-lagi hujan yang berbekas di hatiku..
Saat projek sudah siap dengan berbagai dekor namun sorenya hujan turun dengan derasnya, tentu aku khawatir jika lokasi akan becek dengan air menggenang, segera ku hampiri kamu yang sedang berteduh juga, "hey segera pesankan papan untuk alas, kasihan pengunjung besok berapapun bayar saja lah untuk sewa papan", Dan dengan tenangnya kamu menjawab "papan sudah habis.. Sudah kita gunakan semua.." ||"lah itu gimana?" sambil ku tunjuk lokasi yang mulai menggenang|| "kamu tenang saja tak usah khawatir.." sambil senyum tipismu seperti biasa, dan benar saja malam harinya kamu kirim 2 truk berisi batu besar untuk menutup lokasi yang tergenang,.
Kamu, yang selalu bisa menenangkan apapun..
Kamu, yang selalu bisa menenangkan apapun..
Yah itu dulu dan saat projek selesai aku harus menyelesaikan semuanya, karena aku tau kamu begitu baik pada semua wanita, harus kuakhiri semua saat aku sadar aku mulai cemburu melihatmu menyapa lainnya meski hanya di sosial media, cukuplah.. Dan terima kasih sudah buatku menatap hujan itu rahmat, meski hati harus terhimpit karena saat hujan turun yang kuingat adalah kamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar